10 Bahaya Penggunaan Gadget Bagi Anak Di Bawah Usia 12 Tahun

Dengan hanya fokus pada gawai, kemampuan sensoris dan motorik anak pun mengalami keterlambatan karena kurang diasah. The American Academy of Paediatrics menyatakan bahwa rata-rata anak menghabiskan waktu berselancar di internet dan menonton television hingga 7 jam setiap harinya. Aktivitas ini terasa semakin menyenangkan karena dilakukan sambil mengkonsumsi makanan ringan atau junk meals. Sayangnya kegiatan ini tidak diimbangi dengan bermain di luar atau melakukan aktivitas fisik yang dapat membantu mengurangi kalori. Bagaimanapun juga, mendidik anak zaman sekarang atau lebih beken disebut digital parenting memberi tantangan tersendiri bagi para orang tua. Seperti yang dikatakan Ainun Chomsun, pemerhati literasi digital sekaligus founder Akademi Berbagi, akibat dari perkembangan teknologi, zaman sudah berubah tidak seperti dulu lagi.

Tak hanya major recreation, para ahli juga meminta para orangtua untuk membatasi waktu yang dihabiskan anak untuk menggunakan alat-alat elektronik. Kartun dan aplikasi anak di gadget sengaja dikemas dalam balutan warna cerah menyala untuk menarik perhatian Si Kecil. Jadi, untuk mencegah anak kecanduan gadget, mulailah dengan mematikan fitur autoplay yang disediakan oleh aplikasi video ya, Moms. Ketika orang tua menjauhkannya dari gadget, maka hal tersebut dapat menyebabkannya stres, dan kecemasan.

Masih cukup banyak anak yang belum memahami bahaya penyalahgunaan knowledge. Maka sangat penting bagi orang tua untuk mengajarkan batasan-batasan privasi yang bisa dibagikan di dunia maya. Larang anak untuk mencantumkan nomor telepon, e-mail, alamat rumah, alamat sekolah, password, atau foto-foto tertentu.

Pornografi dan seks bebas dapat diakses dan dilakukan baik di rumah maupun di tempat lain yang memungkinkan. Akses untuk pornografi menjadi mudah karena media untuk menonton movie porno pun sangat banyak, bahkan dari telepon genggam. Aktivitas mengakses situs porno dapat menyita waktu karena akan memberikan trade Link Kong4D off sehingga seseorang tidak melakukan aktivitas lainnya, terutama belajar. Perkembangan teknologi informasi yang cepat memberikan multiplier impact terhadap pertumbuhan warung internet di Indonesia.

Cara agar anak tidak ketagihan alat elektronik

Padahal, waktu sebelum tidur itu seharusnya dimanfaatkan untuk membuat tubuh dan pikiran rileks, tanpa gangguan apapun. Selain itu, agar kualitas tidur tetap terjaga, terapkan mode silent pada smartphone-mu sebelum tidur sehingga tidak terganggu oleh suara notifikasi dari smartphone tersebut. Dengan memanfaatkan gawai, belajar dan menyelesaikan tugas sekolah menjadi tidak membosankan. Eksplorasi terhadap minat dan bakat anak pun bisa dijalankan secara lebih atraktif. Misalnya dengan menonton secara bersama konten-konten video yang berhubungan dengan hobi anak. Dengan adanya gadget, kita jangan menghindari karena ini sudah menjadi bagian dari keseharian anak yang tergolong digital native.

Selain itu, kita perlu berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menyalahgunakan teknologi untuk hal yang negatif. Agar kedua perilaku menyimpang tersebut tidak berdampak buruk terhadap nilai akademik, perlu upaya penanggulangan dan tindakan pencegahan sebagai berikut. Agar dalam jangka panjang beban pemerintah tidak bertambah, pendidikan perlu ditingkatkan mutunya. Selain kualitas, karakter siswa agar menjadi generasi yang unggul juga perlu dibentuk sehingga siswa dapat berprestasi dan terhindar dari bentuk-bentuk kenakalan remaja yang memberikan dampak negatif. Estimasi Indonesia akan menjadi negara maju dinyatakan oleh McKinsey Global Institute. McKinsey menyatakan bahwa pada tahun 2030, GDP Indonesia bisa menempati urutan nomor 7 dunia.

Agar tetap terkontrol, orang tua harus memilih acara atau program aplikasi yang memungkinkan kegiatan bersama yang dapat melibatkan mereka dengan anak. Kemudian, ajaklah anak menceritakan kembali tontonan atau permainan yang telah dilakukannya. Di Indonesia, ditemukan kasus anak-anak sekolah dasar mengonsumsi vape di sekolah. Peminat rokok elektronik secara dahsyat meningkat tajam yang diindikasikan dengan menjamurnya para penjual vape, baik di gerai-gerai maupun di toko on-line . Mendapatnya sangat mudah dan tidak ada regulasi apapun yang mengaturnya kecuali pengenaan cukai 57% yang justru melegalisasi produk yang belum jelas keamanannya ini.

Anak-anak yang memiliki ketergantungan dengan gadget cenderung akan mengalami hambatan dalam proses perkembangannya. Hal ini karena anak-anak yang asyik bermain gadget jarang bergerak sehingga menghambat proses pertumbuhan. Setelah satu jam bermain sport, ajak anak untuk bersepeda di sekitar rumah atau berolahraga di sore hari. Ini artinya, para pakar kesehatan di seluruh dunia menyetujui bahwa kecanduan sport dapat memiliki dampak yang serupa dengan kecanduan alkohol maupun obat-obatan terlarang. Kecanduan sport ditandai ketika anak sudah tidak mampu lagi untuk mengendalikan hasrat bermain game.

Oleh karena itu, faktor-faktor inilah yang harus diperhatikan agar anak usia dini tidak kecanduan perangkat elektronik berbasis gadget yang akan sangat merugikan. Membiarkan anak bermain gawai tanpa aturan, bisa membuatnya jadi kecanduan. Beragam permainan dan hal-hal menarik seperti video Youtube bisa membuat anak ketagihan. Dampak buruknya adalah anak yang kecanduan gadget cenderung menarik diri dari lingkungan dan lebih sibuk dengan gadgetnya. Saat orang tua meminta untuk berhenti, mereka akan menolak, marah, dan mengamuk.

Kalaupun sedang di luar, justru bersikeras meminta pulang agar bisa bermain sport atau menonton YouTube di rumah. Cyberbullying bukanlah hal yang dapat diperangi, namun yang bisa dilakukan adalah memberikan dukungan terhadap korban, apabila hal ini terjadi. Apabila perbuatan penghinaan di media sosial dilakukan bersama-sama maka orang-orang itu dipidana atas perbuatan “turut melakukan” tindak pidana .